in ,

Deretan Ancaman Data Penduduk yang Diduga di Retas

Deretan Ancaman Data Penduduk yang Diduga di Retas

Nurnajma.com – Chairman CISReC Pratama Persadha menyatakan 279 juta data penduduk Indonesia yang diduga bocor bisa sangat berbahaya. Dia mengatakan data itu bisa digunakan untuk kejahatan lain.

“Prinsipnya adalah memang data pribadi ini menjadi incaran banyak orang. Sangat berbahaya bila benar data ini bocor,” ujar Pratama kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/5).

Kejahatan yang dimaksud Pratama adalah terkait perbankan dengan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu.

“Data bisa digunakan pelaku kejahatan untuk membuat KTP palsu dan kemudian menjebol rekening korban,” kata Pratama.

Selain itu, penjahat juga bisa melakukan phising yang ditargetkan atau rekayasa sosial. Walaupun di dalam file tidak ditemukan data yang sangat sensitif seperti detail kartu kredit, namun ada beberapa data pribadi.

“Bagi penjahat dunia maya, (itu) sudah cukup untuk menyebabkan kerusakan dan ancaman nyata,” kata dia.

Penjahat siber bisa menggabungkan informasi yang ditemukan di file CSV yang bocor dengan pelanggaran data lain untuk memperoleh profil terperinci. Misalnya, dari data-data yang bocor yang platform e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak.

“Dengan informasi seperti itu, penjahat dapat melakukan serangan phising dan social engineering yang jauh lebih menyakinkan bagi para korbannya,” kata Pratama.

Berikut sejumlah risiko kejahatan siber yang bisa terjadi dengan memanfaatkan data-data tersebut.

1. Telemarketing

Hal: First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cara Mengetahui Data Penduduk yang Bocor dan Beredar di Internet

Cara Mengetahui Data Penduduk yang Bocor dan Beredar di Internet

Deretan Kandungan dan Manfaat Daun Mangga Bagi Kesehatan

Deretan Kandungan dan Manfaat Daun Mangga Bagi Kesehatan