Mengenal Urutan Surat Pendek Shalat Tarawih dan Surat Pendek Shalat Witir

  • Bagikan
Mengenal Urutan Surat Pendek Shalat Tarawih dan Surat Pendek Shalat Witir

Simak urutan surat pendek Al-Quran yang biasa dibaca pada Shalat Tarawih baik 8 rakaat maupun 20 rakaat. Amalan Shalat Tarawih ini dikerjakan tiap malam selama bulan puasa Ramadhan.

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1442 Hijriah jatuh pada 13 April 2021.

Sementara pemerintah melalui Kementerian Agama RI baru akan mengumumkan hasil sidang isbat penetapan awal puasa Ramadhan 1442 H pada malam ini, Senin (12/4/2021).

Jika keputusan pemerintah sama dengan Muhammadiyah, maka Shalat Tarawih akan dilaksanakan mulai malam ini.

Berikut panduan tentang Shalat Tarawih:

Hukum Shalat Tarawih

Berdasarkan buku Tuntunan Ibadah di Bulan Ramadhan yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dijelaskan bahwa hukum Shalat Tarawih adalah sunnah.

Waktu Shalat Tarawih

Waktu pelaksanaan Shalat Tarawih yaitu sesudah Shalat Isya hingga fajar (sebelum datang waktu Subuh). Dilaksanakan setiap malam selama bulan puasa Ramadhan.

Shalat Tarawih sebaiknya dikerjakan secara berjamaah, baik di masjid, musala, ataupun di rumah.

Niat Shalat Tarawih sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa

Artinya: “Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Tarawih sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat Shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Tarawih Sendiri (Munfarid)

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat Shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Tarawih

Tata cara pelaksanaan Shalat Tarawih bisa dikerjakan dengan cara 4 rakaat, 4 rakaat tanpa tasyahud awal, dan 3 rakaat witir tanpa tasyahud awal.

Shalat Tarawih dapat juga dikerjakan dengan cara 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat dan 1 rakaat Witir.

Dikutip Tribunnews.com dari tulisan DR Marabona Munthe ME Sy, Dosen Universitas Islam Negeri Riau (UIN) Riau, dalam artikelnya Tata Cara shalat Tarawih di Rumah Berjamaah dan Sendiri-Sendiri, berikut urutan shalat Tarawih:

1. Mengucapkan niat Shalat Tarawih sesuai posisinya sebagai imam atau makmum

2. Niat di dalam hati

3. Ketika takbiratul ihram mengucap takbir

4. Saat takbiratul ihram membaca Surat Al-Fatihah

5. Kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Quran

6. Rukuk

7. I’tidaal

8. Sujud pertama

9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud kedua

11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua

12. Bangkit dari duduk

13. Mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama

14. Salam pada rakaat kedua (Jika mengikut kepada yang dua rakaat-dua rakaat), lanjut sampat rakaat keempat baru salam (Jika mengikut kepada pendapat yang empat rakaat-empat rakaat).

Shalat Witir

Setelah Shalat Tarawih, hendaknya diteruskan melaksanakan Shalat Witir, minimal satu rakaat.

Namun, pada umumnya, Shalat Witir dikerjakan tiga rakaat dengan dua salam.

Tapi, diperbolehkan juga jika dikerjakan tiga rakaat dengan satu salam.

Niat Shalat Witir 1 Rakaat

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa

Artinya: “Saya niat Shalat Witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah ta’alaa”.

Niat Shalat Witir 3 Rakaat

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa.

Artinya: “Saya berniat Shalat Witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah ta’alaa”.

Urutan Surat Pendek yang Dibaca saat Shalat Tarawih

Ada sekitar 10 surat pendek Al-Quran yang biasa dibaca saat Shalat Tarawih maupun Shalat Witir selama bulan puasa Ramadhan.

Cara pelaksanaan Shalat Tarawih sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu, baik gerakan maupun bacaannya.

Yang membedakan hanya pada niat saat kita akan melaksanakan shalat sunnah tersebut.

Di samping itu, dalam Shalat Tarawih surat yang dibaca setelah Al-Fatihah sebaiknya adalah:

a). Malam tanggal 1 sampai pertengahan Ramadhan:

Setap rakaat pertama dibaca satu surat dari surat-surat berikut secara berurutan, yaitu:

* At- Takaatsur – Baca buka di sini

* Al-‘Ashr – Baca buka di sini

* Al-Humazah – Baca buka di sini

* Al-Fiil – Baca buka di sini

* Quraisy – Baca buka di sini

* Al-Maa’uun – Baca buka di sini

* Al-‘Kautsar – Baca buka di sini

* Al-Kaafiruun – Baca buka di sini

* An-Nashr – Baca buka di sini

* Al-Lahab – Baca buka di sini

Sedangkan setiap rakaat kedua dibaca surat Al-Ikhlash – Baca buka di sini.

b). Malam pertengahan sampai akhir Ramadhan:

Setiap rakaat pertama dibaca surat Al-Qadr – Baca buka di sini.

Sedangkan setiap rakaat kedua dibaca surat-surat berikut secara berurutan, yaitu:

* At- Takaatsur – Baca buka di sini

* Al-‘Ashr – Baca buka di sini

* Al-Humazah – Baca buka di sini

* Al-Fiil – Baca buka di sini

* Quraisy – Baca buka di sini

* Al-Maa’uun – Baca buka di sini

* Al-‘Kautsar – Baca buka di sini

* Al-Kaafiruun – Baca buka di sini

* An-Nashr – Baca buka di sini

* Al-Lahab – Baca buka di sini

Urutan Surat Pendek yang Dibaca saat Shalat Witir

Ustadz H Nasrihul Haq menjelaskan, terkait dengan bacaan surah yang disunnahkan pada Shalat Witir, terdapat beberapa riwayat yang menjelaskannya, antara lain:

“Dari ‘Ubay bin Ka’ab beliau berkata: Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat witir dengan membaca Sabbihismarabbikal a’laa (al-A’la), dan Qul yaa ayyuhal kafirun (al-Kafirun), dan Qul huwallahu ahad (al-Ikhlas)”. (HR. Ahmad, An-Nasai dan yang lainnya).

Riwayat ini menyebutkan bahwa bacaan surah pada rakaat terakhir (rakaat ketiga) Shalat Witir adalah surah Al Ikhlas.

Dalam sebuah riwayat juga dinyatakan bahwa Aisyah ra ditanya tentang surah yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW dalam Shalat Witir.

Lalu dia menjawab, “Pada rakaat pertama beliau membaca sabbihisma rabbika al-A‘la, pada rakaat kedua membaca qul ya ayyuha al-kafirun, dan pada rakaat ketiga membaca qul huwallahu ahad dan al-mu‘awwidzatain. Al-mu‘awwidzatain adalah qul a‘udzu bi rabbi al-falaq dan qul an-nas).” (HR Tirmidzi)

Riwayat yang kedua ini menunjukkan bahwa bacaan surah pada rakaat terakhir dari Shalat Witir adalah 3 surah yang biasa disebut 3 Qul, yaitu surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.

Adapun membaca surah-surah yang lain selain 3 surah tersebut pada dasarnya dibolehkan.

Hal ini didasarkan pada sebuah hadits riwayat An-Nasai yang menyebutkan bahwa Abu Musa Al-Asy’ary pernah menunaikan Shalat Witir satu rakaat dengan membaca 100 ayat dari surat An-nisa, kemudian beliau mengatakan: “aku membaca apa yang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

Jadi bacaan surah yang disunnahkan dalam Shalat Witir adalah:

* Surah Al-A’la pada rakaat pertama – Baca buka di sini

* Al-Kafirun pada rakat kedua – Baca buka di sini

* Al-Ikhlas pada rakaat terakhir – Baca buka di sini

Kemudian boleh menambahkan 2 surah setelah Al-Ikhlas yaitu;

* Al-Falaq – Baca buka di sini

* An-Nas – Baca buka di sini.

Sumber: kaltimtribunnews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *