Doa Niat Salat Sunnah Rawatib serta Solat Qobliyah dan Ba’diyah

  • Bagikan
Doa Niat Salat Sunnah Rawatib serta Solat Qobliyah dan Ba'diyah

Salat Sunnah Rawatib adalah solat yang dilaksanakan menyertai Shalat Fardhu.

Salat Rawatib sangat dianjurkan untuk dilaksanakan karena bisa menjadi penambal kekurangan dan kesalahan ketika melaksanakan Shalat Fardhu.

Salat Sunnah Rawatib dibagi menjadi dua, yaitu Salat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah.

Sholat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut qabliyah, sedangkan shalat rawatib yang dikerjakan sesudah sholat fardhu disebut ba’diyah.

Jumlah Rakaat Salat Sunnah Rawatib

Jumlah rakaat Salat Rawatib berbeda-beda. Berdasarkan hadis riwayat At-Tirmidzi nomor 414, berikut jumlah rakaat Salat Rawatib:

2 rakaat sebelum salat subuh

4 rakaat sebelum salat zuhur

2 rakaat sesudah salat zuhur

2 rakaat sesudah salat maghrib

2 rakaat sesudah salat isya

Adapun jumlah rakaat dan waktu pelaksanaan salat sunat rawatib ghairu muakkad, ialah:

2 atau 4 rakaat sebelum salat ashar (dikerjakan 2 kali salam jika 4 rakaat)

2 rakaat sebelum salat maghrib

2 rakaat sebelum salat isya

Niat Salat Rawatib

Niat Sholat Sunnah Rawatib Qobliyyah Subuh

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatash-shubhi rok’ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’aala

Artinya : “Saya niat shalat sunnah sebelum subuh dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala

Niat Shalat Sunnah Rawatib Qobliyyah Zuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatazh-zhuhri rok’ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala

Artinya : “Saya niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala

Niat Sholat Sunnah Rawatib Ba’diyyah Dzuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnataz-zhuhri rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa

Artinya : “Saya niat shalat sunnah setelah dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala

Niat Sholat Sunnah Rawatib Ba’diyyah Maghrib

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala

Artinya : “Saya niat shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala”

Niat Sholat Sunnah Rawatib Ba’diyyah Isya

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatal ‘isya’i rok’ataini ba’diyyayan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aala

Artinya : “Saya niat shalat sunnah setelah ‘isya dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala”

Keutamaan Salat Rawatib

Keutamaan melaksanakan shalat sunnah rawatib ini adalah, untuk menghindari riya’ (sikap pamer), ujub (membanggakan diri sendiri), dan untuk tidak memperlihatkan amal baik kepada khalayak ramai.

Lebih mudah untuk khusyuk dan ikhlas lantaran suasananya yang sepi (tidak banyak orang).

Selanjutnya, keutamaan mendirikan shalat rawatib menghidupkan rumah dengan dzikir kepada Allah.

Yang paling utama dari shalat-shalat sunnah rawatib ini adalah shalat sunnah sebelum fajar.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata: “Tidak ada shalat sunnah yang paling dijaga oleh Rasulullah selain dua rakaat fajar.

Dalam shalat subuh, pada rakaat pertama setelah membaca Al-Fatihah Rasulullah melanjutkannya dengan membaca surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua dengan Al-Ikhlash.

Pernah juga pada rakaat pertama Rasulullah membaca surat Al-Baqarah ayat 136 setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat Ali-Imran ayat 64 pada rakaat kedua.

Hal ini juga dilakukan beliau pada shalat dua rakaat setelah maghrib, berdasarkan riwayat Baihaqqi, Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud r.a. yang menjelaskan tentang seringnya Raslulullah membaca surat Al-Kafiruun dan Al-Ikhlas pada shalat dua rakaat  setelah shalat maghrib dan sebelum shalat subuh.

Tata cara melaksanakan Solat Sunnah Rawatib tak jauh berbeda dengan Salat lainnya.

Perbedaannya hanya terletak pada niat. Berikut tata cara Solat Sunnah Rawatib:

1. Niat

2. Takbiratul Ikhram (mengucapkan “Allahu Akbar”)

3. Membaca Doa Iftitah

4. Membaca Surat Fatihah

5. Membaca Surat atau Ayat-ayat tertentu dari Al-Qur’an

6. Ruku’ disertai Tuma’ninah

7. I’tidal

8. Sujud disertai dengan Tuma’ninah

9. Duduk diantara Dua Sujud disertai dengan Tuma’ninah

10. Sujud Kedua (Lalu kembali lagi berdiri dan membaca al fatihah hingga ruku’ dan sujud kembali)

11. Duduk Tasyahud (Tahiyyat) Akhir

12. Mengucapkan Salam

Sumber: Kemenag

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *