Ketahui Jenis-jenis Gejala Nyeri Dada di Bagian Tengah

  • Bagikan
Ketahui Jenis-jenis Gejala Nyeri Dada di Bagian Tengah

Nurnajma.comNyeri dada di bagian tengah bisa jadi tanda bahaya. Kenali penyebab nyeri dada di bagian tengah.

Sakit dada menjadi salah satu kondisi yang memicu banyak orang mendatangi unit gawat darurat (UGD). Nyeri dada bisa sangat bervariasi, mulai dari jenis nyeri yang muncul dan gejala-gejala lain yang menyertai.

Tak hanya serangan jantung, nyeri dada juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari yang berkaitan dengan jantung, paru-paru, saluran pencernaan, hingga persendian.

Berikut penyebab nyeri dada di bagian tengah, mengutip berbagai sumber.

  1. Serangan jantung

Serangan jantung terjadi saat ada penyumbatan dalam satu atau lebih arteri yang memasok darah ke otot jantung. Kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Mengutip Healthline, nyeri dada yang menandakan serangan jantung akan terasa seperti sensasi menusuk yang tajam, atau juga seperti rasa sesak dan adanya tekanan di dada.

Serangan jantung juga biasanya diiringi sesak napas, pusing, keringat dingin, mual, detak jantung tak beraturan, kelelahan, hingga mati rasa.

  1. Angina

Angina terjadi saat suplai darah yang mengalir ke jantung berkurang drastis. Kondisi yang cukup umum ini kerap diliputi perasaan tertekan di dada, rasa sakit di tempat lain di tubuh bagian atas, dan pusing.

Beberapa jenis angina muncul saat seseorang sedang aktif secara fisik, yang membuat jantung memompa darah lebih keras dari biasanya. Sementara jenis angina yang lain bisa muncul kapan saja, termasuk saat seseorang sedang berada dalam keadaan rileks. Angina yang terakhir perlu menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

  1. Radang jantung

Dalam beberapa kasus, nyeri dada berhubungan dengan peradangan pada jantung, baik pada bagian otot (miokarditis) atau kantung tipis berair yang mengelilingi jantung (perikarditis). Keduanya bisa disebabkan infeksi virus dan bakteri.

Pada miokarditis, nyeri dada umumnya muncul dalam skala ringan, rasa ada tekanan di dada, bengkak di kaki, serta palpitasi jantung.

Sementara nyeri pada perikarditis akan terasa tajam seperti serangan jantung, yang biasanya dimulai dari bagian tengah. Rasa sakit ini terkadang menjalar ke bagian punggung.

  1. Kardiomiopati

Kardiomiopati merupakan penebalan atau penipisan otot jantung. Kondisi ini memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah.

Orang yang mengalami kardiomiopati akan merasakan nyeri dada setelah makan atau berolahraga. Gejala biasanya disertai sesak napas setelah aktivitas fisik, bengkak di kaki, dan palpitasi jantung.

  1. Emboli paru

Emboli paru merupakan kondisi pembekuan darah di arteri yang terletak di salah satu paru-paru. Kondisi ini membuat penderitanya sulit bernapas secara tiba-tiba.

Nyeri dada pada emboli paru akan terasa seperti serangan jantung. Nyeri akan memburuk saat seseorang melakukan aktivitas fisik.

  1. Pneumonia

Mengutip Medical News Today, pneumonia merupakan komplikasi dari flu atau infeksi saluran pernapasan lainnya. Nyeri yang timbul akan terasa tajam dan menusuk, serta memburuk saat menarik napas.
Pneumonia biasanya diiringi dengan gejala batuk parah, demam, dan panas dingin.

  1. Asma

Penyakit asma membuat saluran pernapasan mengencang dan menghasilkan lebih banyak lendiri. Saat kambuh, asma akan menimbulkan gejala seperti mengi dan kesulitan bernapas.

  1. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

PPOK dapat membatasi aliran udara yang masuk dan keluar dari paru-paru. Gejala PPOK biasanya meliputi rasa sesak di dada, mengi, dan batuk.

  1. Hipertensi paru

Pada kasus hipertensi paru, nyeri dada akan terasa seperti tekanan yang disertai rasa sesak.

Kondisi ini terjadi saat tekanan darah di pembuluh darah yang ada di sekitar paru-paru mengalami peningkatan, atau disebut juga hipertensi pulmonal. Kondisi ini dapat menyebabkan konsekuensi serius, seperti gagal jantung.

Hipertensi paru akan membuat seseorang mengalami sesak napas saat beraktivitas fisik. Selain itu, ada pula gejala seperti detak jantung yang kencang dan bengkak di bagian kaki.

  1. Gastroesophageal reflux (GERD)

Refluks asam lambung merupakan kondisi umum yang terjadi saat asam lambung bergerak kembali ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan kerongkongan. GERD merupakan bentuk refluks asam lambung yang lebih kronis.

Nyeri dada yang diakibatkan akan membuat seseorang merasa mulas yang disertai sensasi terbakar di bagian dada. Terkadang, rasa nyeri ini akan memburuk saat berbaring.

GERD juga membuat seseorang sulit menelan dan merasa ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan.

  1. Batu empedu

Batu empedu akan memicu nyeri hebat yang menjalar dari perut ke bagian tengah dada.

Batu empedu merupakan kelompok kecil kolesterol atau bilirubin yang mengeras. Bilirubin merupakan senyawa yang dibuat saat sel darah merah rusak.

Saat batu empedu menyumbat saluran empedu, seseorang akan mengalami rasa sakit yang hebat pada perut bagian atas. Rasa sakit ini bisa menjalar ke dada.

Segera temui dokter jika sakit perut berlanjut selama lebih dari satu atau dua jam dan disertai gejala seperti muntah, demam, dan perubahan warna urine atau tinja.

  1. Serangan panik

Serangan panik dapat terjadi tanpa pemicu yang jelas. Meski berlangsung sebentar, namun serangan panik bisa menimbulkan rasa nyeri di bagian dada yang membuat seseorang merasa terkena serangan jantung.

Mirip seperti serangan jantung, serangan panik juga disertai dengan sesak napas, detak jantung cepat, dan pusing.

Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *