Berikut Sumber Pengambilan Data Penerima BLT BPJS Rp2,4 Juta dan Persyaratan Dapatkan BSU

  • Bagikan
Berikut Sumber Pengambilan Data Penerima BLT BPJS Rp2,4 Juta dan Persyaratan Dapatkan BSU

Bantuan Subsidi Upah (BSU) Kemnaker atau BLT BPJS, hanya diberikan kepada mereka yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai sumber pengambilan data penerima BLT BPJS Rp2,4 juta, data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling akurat, sehingga akuntable dan valid untuk dipergunakan oleh pemerintah, sebagai dasar pemberian bantuan subsidi secara tepat sasaran.

Pemerintah perlu memberi apresiasi kepada pekerja atau buruh yang sudah terdaftar dan aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini juga menjadi momen untuk meningkatkan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya tranformasi menuju Indonesia Maju.

Dikutip mantrasukabumi.com dari kemnaker.go.id, tanggal, 21 Januari 2021, BSU disalurkan melalui dua termin pembayaran yakni termin pertama pada periode September-Oktober dan periode kedua November-Desember.

Target penerimaan bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau upah sendiri sebanyak 12.403.896 orang dengan anggaran sebesar Rp29.769.350.400.000,-.

Berdasarkan data sementara per 31 Desember 2020, anggaran BSU telah terealisasi sebesar Rp29.416.358.400.000,- (98,81 persen).

Jika dilihat per termin, BSU pada termin pertama telah tersalurkan kepada 12.265.437 penerima dengan total anggaran sebesar Rp14.718.524.400.000 (98,88 persen).

Halaman:

Sumber: Kemnaker

Sedangkan untuk termin kedua telah tersalurkan kepada 12.248.195 orang dengan anggaran sebesar Rp14.697.834.000.000 (98,74 persen).

Adapun bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau upah yang belum tersalurkan sebanyak 294.160 orang.

Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020, pekerja yang mendapatkan bantuan harus memenuhi persyaratan, diantaranya:

-Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan;

-Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;

-Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai upah yang di laporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan;

-Pekerja atau Buruh penerima Upah;

-Memiliki rekening bank yang aktif;

-Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan dengan bulan Juni 2020.

Sumber: mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *