Kapan Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 17? Untuk Mengetahui Tahap hingga Penyebab Gagal dalam Kartu Prakerja, Perhatikan Ini

  • Bagikan

Gelombang 16 sudah ditutup, lantas kapan Kartu Prakerja Gelombang 17 dibuka?

Jawaban dari pertanyaan tersebut sedang dinanti-nanti para peserta Kartu Prakerja yang belum berhasil lolos dan ingin kembali mencoba www.prakerja.go.id

Berikut jawaban pihak pelaksana Kartu Prakerja serta tips agar lolos seleksi.

Diketahui pendaftaran gelombang 16 ditutup Minggu, 28 Maret 2021 pukul 23.59 WIB.

Jika mengaca pada gelombang-gelombang sebelumnya, Kartu Prakerja gelombang selanjutnya kemungkinan akan dibuka sehari setelah pengumuman gelombang 16, yakni pada Sabtu 3 April 2021 atau Minggu 4 April 2021.

Namun pihak pelaksana Kartu Prakerja menjelaskan, Gelombang 17 dibuka apabila, ada penerima gelombang sebelumnya tidak membeli pelatihan hingga batas waktu yang ditentukan.

Head of Communications Manajemen Pelaksana Prakerja Louisa Tuhatu menegaskan, hal ini mengingat jumlah penerima kartu Prakerja sebanyak 2,7 juta orang sudah terpenuhi.

Kini, pihaknya masih memantau kemajuan penerima Prakerja gelombang sebelumnya dalam membeli pelatihan pertama.

Sesuai ketentuan, penerima Kartu Prakerja wajib membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari setelah ditetapkan sebagai penerima Prakerja.

Bila penerima Kartu Prakerja tidak membeli pelatihan pertama dalam batas waktu yang telah ditentukan, maka kepesertaannya akan dicabut.

“Gelombang 17 akan dibuka bila ada kepesertaan dari gelombang 12-16 yang dicabut”

“Karena tidak membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari sejak mereka ditetapkan sebagai penerima Kartu Prakerja,” kata Louisa, dalam keterangan tertulis.

Louisa menambahkan, untuk penerima Kartu Prakerja gelombang 12, batas akhir pembelian pelatihan pertama adalah 1 April 2021 pukul 23.59 WIB.

Meski begitu, bukan berarti kepastian gelombang 17 akan langsung diketahui pada tanggal 1 April 2021.

“1 April itu adalah deadline utk gelombang 12. Masih harus menunggu gelombang 13-16,” kata Louisa.

Untuk mengetahui pasti kapan pembukaan gelombang 17, Anda bisa pantau terus akun Instagram resmi kartu prakerja di @prakerja.go.id.

Sementara itu, bagi kamu yang belum lolos seleksi jangan putus asa.

Berikut tips agar lolos kartu pra kerja, dilansir dari Kompas.com

Tips Cara Lolos Kartu Prakerja

1. Perhatikan syarat yang dibutuhkan

Sebelum mendaftar, pastikan dahulu Anda memenuhi syarat untuk mendaftar mengikuti Program Prakerja. Adapun syaratnya:

– WNI

– Berusia minimal 18 tahun

– Tidak mengikuti pendidikan formal

Tidak berstatus:

– Pejabat Negara

– Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

– Aparatur Sipil Negara

– Prajurit Tentara Nasional Indonesia

– Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia

– Kepala Desa dan perangkat desa

– Direksi, Komisaris, dan Dewan Pengawas pada badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah.

Tidak sedang menerima bantuan lain dari pemerintah yakni bansos Kemensos (DTKS), penerima BSU atau BPUM atau penerima Kartu Prakerja 2020.

Selain itu, untuk pemerataan satu KK hanya ada dua orang yang bisa mendapat bantuan Prakerja.

2. Pastikan nomor handpone dan email aktif

Saat mendaftar Kartu Prakerja diharuskan memasukkan nomor HP dan email.

Oleh karena itu, ketika mendaftar Kartu Prakerja pastikan memiliki nomor handpone dan email dalam keadaan aktif karena diperlukan untuk melakukan verifikasi kode OTP.

3. Pantau terus akun media sosial Prakerja

Jangan lupa untuk memantau akun media sosial Kartu Prakerja di @prakerja.go.id untuk mendapatkan update pengumuman seputar pendaftaran gelombang baru.

Sehingga ketika informasi pembukkan gelombang baru diumumkan, bisa segera lekas mendaftar dan tidak ketinggalan.

4. Pastikan informasi yang dimasukkan benar

Saat memasukkan informasi, cek kembali apakah informasi yang diisikan sudah benar.

Termasuk cek kembali nomor HP dan email seperti tanda dan simbol yang dimasukkan apakah sudah sesuai.

Selain itu cek kembali apakah syarat file yang di-upload seperti foto KTP sudah sesuai persyaratan.

5. Kerjakan tes sebaik-baiknya

Program Prakerja terdapat tes untuk menilai seberapa layak seseorang menerima bantuan Prakerja.

Oleh karena itu, saat mengerjakan tes pastikan Anda mengerjakan tes dengan sebaik-baiknya dan tidak menjawab secara asal supaya semakin besar peluang untuk lolos.

6. Pastikan NIK dan KK sesuai

Salah satu kendala yang mungkin ditemui pendaftar adalah adanya keluhan NIK dan KK tidak sesuai ketika diinput.

Apabila masyarakat mengalami ketidaksesuaian antara NIK dan KK maka bisa menghubungi Call Center Dukcapil di 1500-538 atau datang ke kantor Dukcapil terdekat.

Penyebab gagal seleksi

Sementara itu, ternyata banyak masyarakat yang gagal berkali-kali dalam seleksi Kartu Pra kerja

Oleh karena itu, perlu diketahui penyebab yang membuatmu tidak lolos seleksi Kartu Pra kerja.

Supaya saat ikut seleksi Kartu Pra kerja gelombang selanjutnya tidak gagal lagi.

Berikut beberapa kesalahan yang menjadi penyebab gagal dalam tahap seleksi, seperti dilansir dari Tribunnews dalam artikel ‘Kenali 7 Penyebab Orang Sering Tidak Lolos Seleksi Pendaftaran Kartu Prakerja’

1. Salah Tulis NIK

Masih banyak peserta yang gagal ke tahapan seleksi pendaftaran Kartu Prakerja lantaran beberapa kesalahan teknis.

Di antaranya kesalahan saat input Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Seleksi daftar Kartu Prakerja mengandalkan basis data kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri.

Hal ini membuat pengisian data NIK harus benar-benar sesuai.

Kesalahan atau salah ketik pada pengisian NIK seperti keliru dalam penulisan nama dan tanggal bisa menyebabkan data tidak bisa terverifikasi oleh sistem.

Solusinya, Anda harus berhati-hati saat mengetik NIK saat pendaftaran Kartu Prakerja.

2. NIK dan Nomor KK Tidak Sesuai

Ketidaksesuaian pada NIK dan nomor Kartu Keluarga (KK) juga bisa menjadi penyebab gagal lolosnya peserta Kartu Prakerja.

Jadi pastikan nomor NIK dan KK yang dimasukkan saat mendaftar Kartu Prakerja benar.

Untuk mengecek kembali kebenaran nomor NIK dan KK, pendaftar dapat menghubungi call center Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di nomor 1500-538 atau mengunjungi kantor Dukcapil terdekat.

Termasuk bila ada kendala soal NIK dan nomor KK.

3. Sudah Pernah Lolos

Jika sudah pernah mendaftar dan lolos seleksi Kartu Prakerja gelombang sebelumnya, maka sudah pasti tidak lolos dalam seleksi Kartu Prakerja.

NIK akan diblok sehingga tidak bisa lolos seleksi Kartu Prakerja yang sudah berjalan.

“Mereka yang sudah pernah menerima Kartu Prakerja tidak boleh lagi ikut seleksi, NIK-nya kami blok demi asas pemerataan,” kata Head of Communication PMO Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu.

4. Masih bersekolah atau kuliah

Pendaftar Kartu Prakerja yang masih aktif sekolah atau kuliah juga dipastikan tidak bisa lolos dalam seleksi Kartu Prakerja.

5. Masuk dalam Daftar Orang yang Tidak Bisa Menerima

Manajemen Kartu Prakerja telah membuat daftar orang-orang yang tidak akan pernah lolos seleksi.

Berikut daftar orang yang tidak bisa menjadi peserta Kartu Prakerja, di antaranya:

– Pejabat Negara;

– Pimpinan dan Anggota DPR/DPRD;

– Aparatur Sipil Negara;

– Prajurit Tentara Nasional Indonesia;

– Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;

– Kepala Desa dan perangkat desa;

– Direksi, Komisaris, dan Dewan Pengawas pada BUMD atau BUMN.

6. Sudah Pernah Terima Bantuan dari Pemerintah

Penyebab lain seseorang tidak lolos seleksi Kartu Prakerja adalah sudah pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Bantuan ini berupa bantuan sosial DTKS dari Kementerian Sosial (Kemensos), bantuan subsidi upah (BSU) alias BLT gaji Rp 1,2 juta.

Hingga Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk UMKM (BPUM) atau BLT UMKM Rp 1,2 juta.

Mereka yang pernah atau saat ini menerima, tentu tidak akan lolos seleksi.

7. Kuota yang Ditetapkan Terbatas

Harus diingat lagi, setiap gelombang Kartu Prakerja memiliki kuota tersendiri.

Jumlahnya bisa saja berbeda-beda, tergantung kebijakan dari manajemen.

Namun pada Kartu Prakerja yang dibuka pada 2021, kuotanya masih sama, yaitu 600 ribu per gelombang.

Jumlah kuota 600 ribu yang disiapkan terbilang cukup banyak, namun pendaftar Kartu Prakerja pasti jauh lebih banyak.

Sumber: pontianaktribunnews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *