BSU GTK Rp1,8 Juta Kemenag Akan Langsung Cair Tanpa Potongan Awal Desember

  • Bagikan
BSU GTK Rp1,8 Juta Kemenag Akan Langsung Cair Tanpa Potongan Awal Desember

Kementerian Agama (Kemenag) belum lama ini telah mengumumkan bahwa Bantuan Subsidi Upah Rp1,8 juta akan segera dicairkan awal Desember.

Bantuan tersebut merupakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang ditujukan untuk Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) non PNS pada Satuan Pendidikan Islam.

Bantuan Rp1,8 juta tersebut merupakan total bantuan tiga bulan mulai Oktober sampai Desember, dengan tiap bulan senilai Rp600 ribu.

Informasi itu telah dibagikan melalui Instagram resmi @kemenag_ri pada Rabu 2 Desember 2020 kemarin.

Penerima BSU Kemenag ini dibagi dua yakni:

1. Guru RA/Madrasah non PNS sebanyak 542.901 guru dengan anggaran sebesar Rp979.070.400.000

2. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) non PNS sebanyak 93.480 guru di sekolah umum dengan anggaran mencapai Rp178.264.000.000.

Sehingga jumlah total penerima BSU seluruhnya sebanyak 636.381 orang dan anggaran total mencapai Rp1.147.334.400.000.

“Hasil verifikasi akhir, total ada 542.901 Guru bukan PNS pada RA/Madrasah yang akan menerima BSU. Juga ada 93.480 guru Pendidikan Agama Islam bukan PNS di Sekolah Umum.

Jadi totalnya ada 636.381 guru bukan PNS pada satuan Pendidikan Islam yang akan menerima BSU,” jelas Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani di Jakarta, Rabu 2 Desember 2020 seperti dikutip PORTAL JEMBER dari Kemenag.

“Bantuan disalurkan kepada guru yang berhak menerima secara langsung melalui rekening yang bersangkutan.

Penyaluran bantuan dibayarkan satu kali untuk 3 bulan, Oktober, November, dan Desember 2020 dengan besaran Rp600ribu perorang per bulan sehingga totalnya Rp1,8juta. Tanpa potongan,” sambungnya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) M Zain menambahkan, penerima BSU adalah guru yang tercatat di Emis, Simpatika, atau SIAGA.

Mereka adalah para guru yang telah diverifikasi memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan, yaitu:

1. Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK),

2. Berpenghasilan kurang dari 5 juta rupiah,

3. Bukan penerima program pra kerja,

4. Bukan penerima BSU lainnya, dan

5. Tercatat pada Emis, Simpatika, atau SIAGA yang telah direview oleh Itjen Kemenag dan dipadankan dengan data penerima program Pra Kerja dan BSU lainnya melalui BPJS.

Sementara untuk pencairan BSU GTK Pendidikan Islam non PNS ini diharapkan cair pada awal Desember 2020 ini.

Sedangkan mekanisme pencairannya cukup mudah, yakni akan langsung ditransfer satu kali saja sebesar Rp1,8 juta kepada rekening penerima, tidak ada potongan, dan tidak ada pajak penghasilan yang dikenakan pada bantuan ini.

“Semoga BSU ini bisa meningkatkan kesejahteraan guru bukan PNS di tengah pandemic.

Juga bisa memotivasi mereka dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam proses pembelajaran dan atau bimbingan kepada peserta didik,” tandasnya.

(PR)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *