Asyik! Bantuan Tahap Dua untuk Siswa Masih Ada di Bulan April, Lalu Bagaimana Cara Cek Terdaftar atau Tidaknya?

  • Bagikan

Klementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) anak sekolah untuk penyaluran tahap II.

BLT anak sekolah ini masuk dalam bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengatakan, Kemensos menargetkan penyaluran PKH tahap II, termasuk BLT anak sekolah di dalamnya yang mulai disalurkan pada akhir Maret 2021.

BLT anak sekolah ditujukan untuk membantu KPM yang memiliki anak yang masih bersekolah SD hingga SMA, agar mendapatkan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka.

Besaran BLT anak sekolah, yakni Rp900.000 per tahun untuk SD/sederajat, Rp1,5 juta per tahun untuk SMP/sederajat, dan Rp2 juta per tahun untuk SMA/sederajat.

Bantuan BLT anak sekolah disalurkan selama setahun dalam 4 tahap, mulai Januari hingga Desember 2021.

Penyaluran tahap I akan diberikan pada Januari 2021, tahap II pada April 2021, tahap III pada Juli 2021, dan tahap IV pada Oktober 2021.

Dengan begitu, uang BLT yang diberikan pertahapnya, yaitu Rp225.000 untuk SD/sederajat, Rp375.000 untuk SMP/sederajat, dan Rp500.000 untuk SMA/sederajat.

Masyarakat yang ingin mendapatkan BLT anak sekolah, harus lebih dulu mendaftar menjadi peserta KPM PKH yang terdata DTKS Kemensos.

Jika sudah terdaftar, maka peserta akan mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan akan dibukakan rekening bank penyalur yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).

Untuk lebih jelasnya, simak syarat dan cara daftar BLT anak sekolah berikut ini, sebagaimana dihimpun Pikiranrakyat-depok.com dari laman PKH Kemensos.

Syarat Daftar PKH BLT Anak Sekolah

1. Warga miskin/rentan miskin.

2. Bukan anggota Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri.

3. Pastikan Anda masuk dalam kategori keluarga kurang mampu, keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Keluarga Sejahtera (DTKS) yang memiliki komponen pendidikan keluarga dengan anak yang masih bersekolah SD/sederajat, SMP/sederajat, dan SMA/sederajat.

Untuk itu, calon peserta PKH harus mendaftar menjadi peserta DTKS dengan cara berikut.

Cara Daftar Peserta PKH DTKS Kemensos

1. Tidak ada pendaftaran secara online. Lakukan pendaftaran peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ke aparat pemerintah daerah setempat seperti RT/RW atau ke kantor kelurahan/desa.

2. Setelah mendaftar, nantinya akan mendapat surat pemberitahuan berisi teknis pendaftaran di tempat yang telah ditentukan.

3. Setelahnya, Anda membawa data pelengkap seperti KTP, NIK, Kartu Keluarga (KK), dan Kode Unik Keluarga dalam Data Terpadu.

4. Data yang telah dilengkapi, kemudian akan diproses oleh HIMBARA, kantor kelurahan, dan kantor wali kota/kabupaten.

5. Setelah berhasil diverifikasi, nantinya akan dibuatkan rekening bank, dan akan diberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Pengecekan kepesertaan DTKS, bisa dilihat di laman https://dtks.kemensos.go.id/, atau melalui aplikasi SIKS-Dataku.

Untuk lebih jelasnya, bisa cek artikel Pikiranrakyat-depok.com tentang cara cek DTKS Kemensos.

Jika sudah berhasil menjadi peserta PKH, dan berhak mendapat BLT anak sekolah, peserta bisa melakukan pencairan dana PKH (transfer dan tarik tunai) di e-warong/Agen Bank/ATM yang sudah ditentukan.

Layanan Pengaduan

Jika terdapat pengaduan permasalahan, dapat menghubungi via email ke bansoscovid19@kemsos.go.id.

Bisa juga melalui WhatsApp ke nomor 0811-1022-210.

Layanan WhatsApp ini tidak menerima layanan telepon. Anda bisa kirimkan pesan dengan format: nama lengkap (spasi) nomor KTP (spasi) alamat lengkap (spasi) aduan.( pr)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *