Mata Uang Kripto Meroket Lagi, Intip Pergerakan Aset Kripto Tertinggi Saat Ini

  • Bagikan
Mata Uang Kripto Meroket Lagi, Intip Pergerakan Aset Kripto Tertinggi Saat Ini

Nurnajma.com – Mata uang kripto melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu (26/5/2021) pagi, setelah CEO Tesla Elon Musk lagi-lagi men-tweet prospek koin digital Bitcoin.

Berdasarkan data dari Investing pukul 10:00 WIB, harga Bitcoin menguat 2,88% ke level US$ 39.231,80 atau setara dengan Rp 562.093.614, Ethereum melesat 8,51% ke US$ 2.795,12 (Rp 40.047.082), Litecoin tumbuh 5,14% ke US$ 188,35 (Rp 2.698.556).

Berikutnya Chainlink meroket 17,01% ke posisi US$ 29,66 atau setara dengan Rp 424.954, Ripple naik 3,75% ke US$ 0,997 (Rp 14.287), Cardano melonjak 7% ke US$ 1,63 (Rp 23.433), dan Dogecoin terapresiasi 1,97% ke US$ 0,35 (Rp 5.017).

Pergerakan Mata Uang Kripto Terbaik

CryptocurrencyDalam Dolar ASDalam RupiahPerubahan Harian (%)
Bitcoin39,231.80562,093,6142.88%
Ethereum2,795.1240,047,0828.51%
Litecoin188.352,698,5565.14%
Chainlink29.66424,95417.01%
Ripple1.0014,2873.75%
Cardano1.6323,4337.00%
Dogecoin0.355,0171.97%

Harga Bitcoin pada perdagangan Selasa (25/5/2021) sempat terbang ke level hampir mendekati US$ 40.000 atau setara dengan Rp 572 juta per koin (kurs Rp 14.300/US$). Hal ini dikarenakan cuitan Elon Musk mengenai prospek mata uang kripto itu.

Dikutip CNBC International. Harga mata uang kripto (cryptocurrency) paling populer di dunia itu diperdagangkan pada Selasa di posisi US$ 39.824 (Rp 571 juta) sebelum ditetapkan ke US$ 37.615,45 (Rp 539 juta) pada penutupan sesi, menurut data dari CoinDesk.

Musk yang merupakan salah satu orang terkaya sejagad sebelumnya mencuitkan sesuatu yang dianggap sebagai sentimen positif bagi Bitcoin di Twitter. Ia mengatakan bahwa ide penambangan Bitcoin menggunakan energi terbarukan sangat potensial.

“Berbicara dengan penambang Bitcoin di Amerika Utara. Mereka berkomitmen untuk mempublikasikan penggunaan energi terbarukan saat ini dan yang direncanakan serta meminta penambang untuk melakukannya. Berpotensi menjanjikan,” cuit Musk dalam akun Twitternya.

Musk telah menjadi pendukung besar mata uang digital ini, memicu reli harga koin digital, termasuk Bitcoin, beberapa kali dalam setahun terakhir. Kicauan dan komentarnya di Twitter seputar cryptocurrency sering membuat harga melonjak atau anjlok.

CEO Microstrategy Michael Saylor menindaklanjuti tweet Musk. Dia mengatakan pihaknya mengadakan pertemuan dengan CEO Tesla dan beberapa penambang Bitcoin yang mengarah pada pembentukan Dewan Pertambangan Bitcoin, yang akan mempromosikan upaya penambangan yang keberlanjutan.

Sebelumnya harga Bitcoin sempat ambles pekan ini terjadi setelah gejolak di pasar kripto yang membuat harganya turun di bawah US$ 32.000 pada Minggu (23/5/2021) akhir pekan lalu.

Penambangan Bitcoin membutuhkan energi yang sangat besar. Hasilnya, Bitcoin memiliki jejak karbon yang sebanding dengan Selandia Baru, menghasilkan 36,95 megaton CO2 setiap tahun, menurut Digiconomist. Hal ini membuat Tesla menarik keputusannya untuk mengizinkan pembayaran melalui Bitcoin untuk transaksi pembelian mobil listriknya.

Selain itu penurunan harga Bitcoin cs juga terjadi setelah otoritas di China dan AS untuk memperketat regulasi dan kepatuhan pajak terhadap mata uang kripto.

Otoritas China menyerukan regulasi yang lebih ketat tentang penambangan dan perdagangan kripto pada Jumat (21/5/2021), dan Departemen Keuangan AS mengumumkan pada Kamis (20/5/2021) bahwa kegiatan itu akan membutuhkan peraturan kripto yang lebih ketat.

Beberapa analis mengatakan bahwa sebenarnya pergerakan kripto yang agresif bukan hanya karena cuitan dari Musk ataupun tindakan keras pemerintah China dan AS terhadap kripto, tetapi juga didorong oleh investor yang mengunakan trading margin di kripto dan pinjaman Bitcoin.

Ketika trader menggunakan margin, mereka sebenarnya meminjam dari perusahaan pialang untuk mengambil posisi yang lebih besar di bitcoin. Jika harga turun, mereka harus membayar kembali perusahaan pialang yang dikenal sebagai “margin call”.

Sebagai bagian dari itu, sering kali ada harga yang ditetapkan yang memicu penjualan untuk memastikan pedagang dapat membayar kembali pertukaran tersebut.

Sumber: cnbcindonesiabi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *