Diskon dan Cashback, Apa Bedanya?

  • Bagikan
Diskon dan Cashback, Apa Bedanya

Nurnajma.com – Di zaman teknologi, jual beli di era digital seperti sekarang ini, arti cashback mungkin tak lagi asing. Cashback juga seringkali disamakan dengan diskon. Lalu apa perbedaan cashback dan diskon?

Pada dasarnya, arti cashback lazimnya mengacu pada persentase uang pengembalian dari total nominal transaksi.

Sementara dikutip dari Cambridge Dictionary, cashback artinya sistem yang dijalankan suatu bank atau pemilik bisnis untuk mendorong orang untuk membeli dengan memberikan mereka uang setelah mereka selesai membayar.

Selain menggunakan uang cash, cashback adalah biasanya diberikan dalam bentuk poin atau koin digital. Beberapa penjual juga seringkali memberikan cashback dalam bentuk produk hingga vocher.

Cashback juga berbeda dengan diskon. Diskon diberikan dengan memberikan potongan harga di awal. Bentuk diskon pun sudah pasti berupa uang alias potongan harga. Selain itu, dengan berkembangnya transaksi digital, cashback hanya diberikan dalam bentuk uang digital.

Dengan sistem seperti itu, maka uang pengembalian dari cashback adalah hanya bisa dipakai untuk transaksi selanjutnya dengan disimpan sebagai deposit. Sebagai bagian dari program marketing, cashback terbilang cukup efektif.

Banyak konsumen yang berminat untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan hanya sekadar ingin mendapatkan cashback.

Bermula dari kartu kredit

Dalam sejarahnya, cashback awalnya banyak digunakan perusahaan-perusahaan penerbit kartu kredit. Seiring waktu, cashback juga seringkali dipakai sebagai strategi marketing perusahaan properti dalam penjualan unit rumah atau apartemen, hingga diler kendaraan bermotor.

Namun saat ini, lebih banyak orang mengasosiasikan arti cashback dengan penggunaan pembayaran dompet digital dan jual beli online. Beberapa perusahaan dompet digital menawarkan cashback cukup besar agar memaksa pembeli menggunakan produk mereka.

Diskon yang ditawarkan mulai dari paling kecil 5 persen sampai 50 persen. Bahkan beberapa perusahaan menawarkan cashback sampai 90 persen.

Keuntungan cashback adalah tentunya sebagai penghematan. Bagi pembeli, skema cashback dapat menghemat pengeluaran, terutama untuk transaksi berulang seperti pembayaran tagihan bulanan.

Sebagai ilsutrasi cashback, seorang bernama Soleh membayar token listrik dengan menggunakan sebuah produk dompet digital dengan nilai Rp 100.000. Perusahaan dompet digital menawarkan cashback adalah sebesar 10 persen.

Maka setelah Soleh selesai melakukan transaksi, ia berhak mendapatkan poin cashback adalah sebesar Rp 5.000 yang bisa Soleh pakai untuk transksi lainnya dengan dompet digital yang sama.

Kesimpulannya, cashback adalah suatu bentuk penawaran promosi yang bisa didapatkan oleh siapa saja, karena di dalamnya pihak konsumen akan mendapatkan keuntungan ketika berhasil memenuhi persyaratannya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Apa Perbedaan Cashback dan Diskon?”, Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/05/23/211256726/apa-perbedaan-cashback-dan-diskon?page=all.
Penulis : Muhammad Idris
Editor : Muhammad Idris

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *